Mar 2, 2017

Internship atau Magang di Tokopedia emang boleh?


Beberapa mahasiswa jaman sekarang kayaknya paling nggak betah kalau misal "Nganggur" ya, ehmmm apa iya? jelas ada yang iya ada yang tidak.

Memang diakui bahwa beberapa mahasiswa ada yang nggak bisa diem dan selalu mencari kegiatan untuk mengisi waktu luangnya. Nggak cuma yang mahasiswa tingkat imut aja yang suka apply disuatu perusahaan sebagai Internship namun juga ada beberapa yang udah lulus dan sedang menunggu panggilan kerja atau menambah wawasan sebelum terjun langsung ke dunia kerja yang apply sebagai Internship.

Tokopedia juga membuka Internship untuk beberapa bagian, nah sebelum dau kasih tau gimana cara apply-nya, ada reviwe dikit dari Tiffany Tuela yang beberapa bulan lalu Internship di Tokopedia.

Tiffany Mahasiswa Binus University
Awalanya doi yang cantik ini tahu informasi tenmtang internship ketika ada walk interview dikampusnya, iseng-iseng coba akhirnya tiffany apply dan .....tadaaaaam ........ singkat cerita doi ketrima magang di Tokopedia selama 5 Bulan. Menurut penuturan Tiffany awal Intern serasa kaku karena belum kenal siapa-siapa tapi selanjutnya ya mana ada sih yang nggak mau kenal sama Tiffany eaaaaaa.... Tiffany jadi banyak teman dan semakin akrab serasa keluarga 

"Orangnya tu baik-baik kak terus banyak banget ilmu dan pengalaman yang gw dapet dari mereka" kata Tiffany pada Direct Message kita di Intagram (hihi lewat DM). 

Lanjut cerita jadi anak Intern di Tokopedia, Tiffany awalnya takut karena bakal sibuk banget ketika sudah mulai, disuruh-suruh sama senior buat bikin kopi atau suruh foto copy yang kaya di tipi-tipi tapi ternyata kerja di Tokoepdia berasa lagi main karena tempat kerja dengan interior yang unik dan seger berwarna ijo royo-royo serta yang sudah dijelaskan bahwa seniornya asik asik (apalagi gw, ehm emang baik banget gw mah). Setelah 5 bulan, katanya sih Tiffany banyak mendapat ilmu dan teman baru selain itu juga dapet.......dapet.....dapet apa? ahhh gamau ngasih tau. Selain itu Tiffany terlatih untuk menganalisis secara cepat cermat dan bersahajaaa... #loh

Pengalaman yang paling yoi sih, sebelum Imtern di Tokopedia, doingaku nggak berani transaksi di Tokoepedia, seringnya di Instagram, namun setelah jadi anak Intern sekarang sudah tau kenyamanan dan keamanan bertransaksi di Tokopedia karena sistem Bank bersama dan jaminan melalui Pusat Resolusi kalau kalau barang yang diterima nggak sesuai. Selain Tiffany sendiri yang berbelanja di Tokoepdia, Tiffany juga rekomendasikan teman-teman dan keluarganya buat transaksi di Tokopedia (Wuiiiiih iya gitu uwaow uwaow... makasih unch).

"Kalo temen gw sih banyakan ngeluh karena temen sekantornya umurnya lebih jauh dari mereka atau kaku banget gtu, kalo gw sih asik asik aja, Nakama disini masih muda-muda banget jadi serasa pindah kampus doang kak".....

"...dan yang paling suka di Toped tu sangat terbuka sama semua Nakamanya (karyawan), smeua masukan diterima dan kalo bisa di implementasikan langsung nggak cuma ditampung" pungkas Tiffany sebleum bilang "Sekian dan terimakasih kabar-kabari dari gw kak". 

dan gw pun bales "Okay Tiiffany kapan main kekantor?" nggak penting sih percakapan yang ini...diar xx

Nah kan, Tiffany aja kerasan, kamu yakin nggak mau apply disini buat tugas kuliah yang biasanya suruh magang-magang atau sekedar isi waktu luang buat cari penglaman? langsung cus apply sertakan juga CV kamu ya di https://www.tokopedia.com/careers/Internship. Bagian-bagian yang dibuka untuk Internshipseperti : Motion Graphic, Graphic Design, Business Delevopment, Merchant Development, Software Engineer, Conten Writer, Conten administtator, Public Relation.Selebihnya ceck link diatas ya. 

Semoga bisa bertemu dangan kalian di Tokopedia. 

(Afd Nakabear)


Feb 11, 2017

Tokopedia Tidak Pernah Mencari Solusi ?













Eitssss tunggu dulu, kalian pasti penasaran ya dengan tag line ini. Hmmm, memang bener gak pernah cari solusi sih, tapi lebih dari itu loooh. Seperti salah satu DNA yang melekat di nakama “Make it Happen, Make it better”.


Ada banyak kemudahan yang bisa kita temuin di tokopedia, gak cuma kalo kita mau belanja atau jualan aja. Kita bisa pakai fitur produk digitalnya misal kalo kalian males ngantri buat bayaran untuk sehari – hari seperti PDAM, Listrik, pulsa, BPJS dan masih banyak lagi bisa lihat disini.


Bahkan, kalo kalian orangnya hobi banget belanja barang mahal dan mau kredit, tapi belum punya kartu kredit, bisa kok kalian ajukan atau apply disini. Nah gimana, tokopedia makin manjain kamu banget dengan berbagai kemudahan dan gak perlu repot – repot sama apa itu ngantri atau serba manual, semua cuman tinggal klik.


Hmmm, gimana ya kalo buat kita yang udah kepepet umur harus nikah terus belum punya tabungan, bisa gak ya pinjem sama tokopedia haha, kidding :D

Ragu Bisnis Fashion Online? Jangan!


Baju Batik marak dipasarkan secara online. Sumber: blog.tokopedia.com


Bisnis fashion merupakan salah satu bisnis yang paling menjanjikan di Indonesia. Selain pangsa pasar yang luas, ragam produk yang dapat disediakan juga bervariasi mulai dari baju dan celana hingga komplemennya seperti syal dan topi.

Akan tetapi, banyak orang yang enggan menjalani bisnis tersebut. Pasalnya, selain dibutuhkan modal untuk stok produk dibutuhkan pula modal untuk tempat usaha. Ini tentunya merupakan pola pikir yang ketinggalan zaman.

Di era serba digital sekarang ini, para pelaku usaha di bidang fashion (khususnya pemula) tidak perlu lagi memusingkan tempat untuk berjualan. Tokopedia sebagai online marketplace terbesar di Indonesia menyediakan tempat berjualan bagi Anda yang ingin memperluas pasar Anda, atau bahkan baru ingin mulai berbisnis. Selain itu, Tokopedia dilengkapi dengan sistem escrow (rekening bersama) yang memberikan keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi baik untuk penjual maupun pembeli. Dan yang paling penting, Anda tidak akan dipungut biaya sepeser pun untuk fitur ini alias gratis!


Saat ini sudah ada banyak penjual di bidang fashion yang sukses menjalani bisnisnya melalui Tokopedia. Berikut ini beberapa kisah-kisah inspiratif mereka.

Rumah Khas Solo

Ragam batik andalan Rumah Khas Solo. Sumber: blog.tokopedia.com


Seperti namanya, toko ini menjual barang-barang khas Solo seperti batik, blangkon, serta makanan khas daerah. Usaha ini merupakan bisnis turun temurun milik keluarga Rufaidah Qisti. Meski sempat mengalami kemunduran pada tahun 1970, Qisti (panggilan akrab sang pemilik) berhasil membangun kembali bisnis batik keluarganya pada tahun 1987. Pada tahun 2012, beliau memperluas pasarnya melalui Tokopedia dengan bantuan anaknya. Kegigihan dan kecintaannya terhadap batiklah yang membuat usahanya dapat bertahan dan berkembang hingga seperti sekarang ini. Kisah inspiratif toko ini dapat dibaca di sini.

Batik Nitnot

Riko Saputro beserta produk-produknya. Sumber: blog.tokopedia.com

Sempat mengalami kebangkrutan di tahun 2005 tidak membuat ciut Riko Saputro untuk membuka kembali bisnis batiknya di tahun 2009. Pria ini memiliki kebiasaan untuk mengatur strategi berjualan di internet pada malam hari dan kemudian memeriksa hasilnya pada pagi hari. Analisis yang ia peroleh pun tidak disimpan sendiri, melainkan ia bagikan kepada rekan-rekan sekomunitasnya. Hingga kini, sudah lebih dari 83 ribu produk yang terjual di toko online miliknya. Kisah inspiratif toko ini dapat dibaca di sini.


Siap memulai bisnis fashion online? Klik di sini untuk membuka toko di Tokopedia sekarang!

Feb 9, 2017

Tokopedia penipu ?



Banyak orang bilang kalau belanja di Tokopedia rawan penipuan. Bahkan banyak orang membagikan pengalaman berbelanjanya lewat blog, forum diskusi maupun surat pembaca. Gue juga gak mau kalah sama orang-orang buat nge-share pengalaman gue tentang Tokopedia.

Nih gue kasih tau, artikel yang pernah kalian baca tentang penipuan di Tokopedia adalah pendapat orang-orang yang bisa dibilang sifatnya subjektif dan gak semuanya bener. Kalian juga gak tau kan mereka siapa dan gimana riwayat pembelian barangnya di Tokopedia. Bisa aja mereka cuma nggak tau rules membeli barang yang baik atau mereka terlalu insecure dalam melakukan belanja online sehingga mereka langsung mengklaim bahwa Tokopedia itu penipu.


Yang pasti dan perlu kalian ketahui adalah Tokopedia sudah menyediakan fitur anti penipuan! Yang pertama, Tokopedia punya fitur yang namanya escrow atau rekening bersama. Jadi ketika pembeli membeli barang dan telah melakukan pembayaran, dana pembeli tidak langsung menuju ke dompet penjual tetapi ke rekening Tokopedia terlebih dahulu. Tujuannya adalah jika pembeli menerima barang yang rusak, tidak sesuai, jumlahnya kurang ataupun tidak sama sekali menerima barangnya, Tokopedia akan tegas mengembalikan dana pembeli sesuai dengan kendala yang dihadapinya. Gak jadi ketipu deeh ;)

Yang kedua, Tokopedia juga menyediakan fitur yang namanya Pusat Resolusi. Fitur tersebut hampir sama seperti sebuah grup atau multiple chat yang berisi penjual, pembeli dan agent Tokopedia. Nantinya jika pembeli menghadapi suatu kendala, pembeli dapat menyampaikan kendala tersebut dan bisa menyertakan bukti foto serta video juga loh ! Jadi kendala yang dihadapi jelas dan ada buktinya validnya sehingga jika terdapat indikasi penipuan, agent kami akan menindak tegas dan memberikan solusi yang sesuai dengan permasalahan dan berdasarkan bukti yang valid. Gak jadi ketipu lagi deeh ;).


Yang terakhir, Tokopedia menyediakan fitur ulasan produk, reputasi toko dan diskusi produk untuk memfasilitasi pembeli buat nanya-nanya produk se-detail mungkin dan melihat toko mana yang terpercaya. Pembeli seakan akan sedang berbelanja di sebuah mall, bisa melihat tokonya, memilih-milih barangnya serta melihat kualitas barangnya tanpa harus takut kena tipu. Kalaupun terbukti tidak sesuai, toh dananya akan kami kembalikan kepada pembeli sesuai dengan kendala yang dihadapi. Yah, gak jadi ketipu lagi deh hehehe. Promo di Tokopedia juga lebih buanyak dari sebuah toko asli dan pembeli tidak hanya bisa membeli barang, tetapi pembeli juga bisa membeli pulsa, tiket kereta api, paket data, voucher games, semuanyaaaa ada disini.

So, yang belum pernah nyobain belanja di Tokopedia, sudah cek Tokopedia belum ? ;)

-Angga Bear-

Feb 8, 2017

Dreamcatcher dan Tokopedia




Dreamcatcher pertama kali muncul dari sebuah suku dan baru masuk ke peradaban Amerika sekitar tahun 1970-an. Konon, dreamcatcher digunakan sebagai simbol persatuan antar suku dan untuk menangkap mimpi-mimpi baik dan menangkal mimpi buruk, ya terserah si boleh percaya atau nggak. Filosofi dreamcatcher kayaknya cocok buat menganalogikan perusahaan ini. Ya, Tokopedia!

"Membangun Indonesia yang lebih baik lewat Internet", jargon itu yang membuat saya sadar bahwa sudah saatnya sebuah perusahaan lokal berdiri dan terus berkembang untuk membuat perubahan bagi negaranya. Kebiasaan masyarakat Indonesia yang konsumtif dan cenderung ingin selalu menghabiskan uangnya menjadi isu yang berhasil ditangkap dan menjadi fokus dari Tokopedia. Jual beli yang seharusnya mempertemukan penjual dan pembeli di suatu tempat, kini dibuat semakin mudah dengan adanya wadah yang memfasilitasi keinginan penjual dan pembeli, ya Tokopedia itu sendiri.

Dari tahun ke tahun, Tokopedia semakin berkembang pesat dan salah satu upaya yang dilakukan adalah merangkul generasi muda tanpa pandang "bulu" yang memiliki kompetensi dan mempunyai visi yang sama dengan Tokopedia untuk bergabung ke dalam tim. Artinya adalah keinginan untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik melalui internet akan semakin mudah dan sebentar lagi akan terwujud. Gak melulu soal keuntungan dan menjadi yang nomor satu, Tokopedia "menjemput" masyarakat yang mempunyai bisnis kecil-kecilan dan akan merubahnya menjadi besar-besaran. Masyarakat yang tadinya pesimis akan bisnisnya yang gitu-gitu aja dan gak ada untungnya, sekarang bisa kembali sumringah dan akan terus-menerus memegang handphone-nya dengan perasaan deg-degan menunggu notifikasi pesanan atau diskusi produk dari pembeli. Hal apa sih yang lebih indah dari membuat orang bahagia dan optimis kembali?




Gak hanya menjemput, Tokopedia juga "ngurusin" dan "ngedidik" masyarakat/penjual biar toko dan barang dagangannya semakin laku dari waktu ke waktu. Mulai dari sosialisasi fitur-fitur baru yang semakin memudahkan promosi dan penjualan sampai curhat penjual tentang kesulitan serta kemudahan yang dialami. Yang terpenting, fitur yang dibuat hampir seluruhnya gratis...tis...tis. Sampai saat ini gue gak tau berapa banyak orang yang merasa terbantu dan berubah hidupnya dari sisi ekonomi. Gue gak tau seberapa senangnya mereka punya kesibukan baru yang menguntungkan dan bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Yang jelas gue tau seberapa senangnya Nakama (karyawan) Tokopedia bisa melayani dan membantu masyarakat dalam melakukan jual-beli. Ini adalah model bisnis yang paling indah menurut kami.

Seperti yang gue analogikan di awal tulisan, Tokopedia is a "dreamcatcher", simbol persatuan, dan menangkap mimpi baik. "Kami percaya, kesuksesan itu hanya dapat diraih dengan cara membantu orang lain menjadi lebih sukses"- Mr. CEO ;)

-Angga Bear-

Kerja di Tokopedia Berasa Mimpi deh!


Gue: "Ih lucu, belanja dimana lo? Kan susah nyari tuh barang."
Temen: " di to-ko-pe-dia."
Gue: "Apa sih tokopedia? "

Semua hanya berawal dari ke-kepo-an gue nanya tentang apa yang dibeli temen gue. Seminggu dalam 3x ada aja paket yang nyampe di mejanya. Barang-barangnya lucu-lucu pula kaya gue *ehem*. Akhirnya berkat kekepoan yang amat sangat membara, gue buka tuh tokopedia. Pertama-tama sih jujur agak bingung ya secara jarang belanja online dan pada saat itu masih ngerasa belanja online belum aman..

Semakin lama beli baju, beli kebutuhan lipstick, beli peralatan foto, beli kaset game dan lain-lain ga perlu repot pindah-pindah dari toko 1 ke lainnya, tinggal klik klik tokopedia aja sampe mata pedih depan laptop sampe lo bisa dapet yang lo mau. Tahun ke tahun tokopedia udah mulai ga asing ditelinga, sampe kalo gue ngomong tokopedia pasti dengan intonasi suara naik turun kaya di iklan tv.

Bisnis E-commerce semakin menjamur sehingga gue pun mulai bermimpi untuk kerja di Tokopedia, Loh? kenapa ga di e-commerce lain? Karena ternyata tokopedia merupakan fasilitator pembeli dan penjual dimana kalau penjual buka toko di tokopedia ga dikenakan biaya! Gila ga tuh,  Ntep mantep.

Dari kuliah kebetulan gue emang suka organisasi dan emang pengen banget dari dulu buat melakukan pekerjaan yang bermanfaat bagi banyak orang. Ga berhenti kagum sama burung hantu pake background ijo ini, Sampai pada akhirnya gue emang niat nyari info tentang perusahaan ini. Mau ikutan kepoin tokopedia? Kalian juga bisa cek mengenai tokopedia dari sini  https://www.tokopedia.com/careers . Mau ikutan apply? boleh bangeet. Paling berasa mimpi adalah masuk ke sini, ketemu temen-temen yang emang specialist dalam bidangnya dan kantor yang keren. Penasaran kantornya? bisa klik link kantor tokopedia

Selagi kita masih bisa melakukan pekerjaan untuk membantu orang banyak, kenapa engga? Dapet duit, dapet pahala pula! hehe

Image result for help others quotes

Semangaaat!

--Sindy, anggota nakamabear yang masih mengejar mimpinya di tokopedia

Feb 7, 2017

Katakan Tidak Pada “Ketakutan Kehabisan Tiket Kereta”




Doc. Kereta Api Indonesia
Saya salah satu pendatang di Ibu kota Jakarta. Setiap mau pulang kampung selalu menggunakan kereta api. Sebagai karyawan disuatu perusahaan, saya sering banget nggak sempet buat datang dan sering ngerasa males buat ke stasiun Pasar Senen atau Gambir karena macet dan pastinya panas, belum lagi diloket pasti antri. Nggak bayangin juga pas nyampe loket ternyata sudah tidak tersedia kursi atau soldout. Pastinya bikin saya harus re-sechedule jadwal dan lain-lain. Belum lagi, rasa amarah dan dengki serta iri pasti menyergap naluri #Halah.  

Tapi dijaman serba digital ini, saya merasa sangat terbantu dengan booking tiket kereta melalui internet. Jadi ceritanya, suatu hari temen kantor saya ngasih tau kalau misal Tokopedia menyediakan booking tiket kereta api, pulsa, bayar listrik dan lain-lain. Karena pada saat itu sudah punya rencana untuk pulang ke kampung halaman. Saya coba pesen tiket kereta api menggunakan Tokpedia. Awalnya saya merasa hal tesebut sama aja kaya platform yang lain, namun pas saya coba ternyata ada beberapa temuan yang sangat membantu dan mengasyikkan pemesanan tiket kereta di Tokopedia diantaranya:

  1. Bisa pilih tempat duduk sesuai dengan yang saya diinginkan
  2. Tidak perlu mengisi ulang nama dan nomor KTP yang nggak saya hafal dan KTP gak selalu saya bawa, kaya misal lagi tiduran atau nonton TV nggak perlu deh cari dompet yang berisi KTP untuk mengetahui nomor KTP, tapi bisa save history pengguna gitu.
  3. Bisa memilih kereta sesuai dengan yang saya inginkan menggunakan filter, mulai dari harga terendah atau waktu keberangkatan paling awal yang menyesuaikan keadaan kamu dll.

Itu mungkin beberapa kemudahan menggunakan https://tiket.tokopedia.com/kereta-api/, namun ada satu hal lagi saat menggunakan pemesanan tiket kereta melalui Tokopedia, yaitu bisa menjadi waiting list cuy, balik lagi pas saya mau pulang kampung, saya memesan H-12 dan tiket sudah habis tidak tersisa. Saat itu perasaan campur aduk karena bakal sedih banget kalao misal sampe nggak jadi pulang. Ya namanya juga anak satu-satunya, cantik, menawan, sopan dan alim yang merantau di luar kota dan udah nggak pulang selama 180 hari alias 6 bulan hihi.

Tak habis akal, ternyata ditawarkan sebagai Waiting list, syaratnya gampang banget yaitu cuma isi saldo sesuai dengan harga tersebut kemudian isi form waiting list pada kereta yang akan digunakan lalu tinggal menunggu konfirmasi saja deh. Nah saat itu saya menggunakan waiting list tersebut, karena waktu cukup panjang antara pemesanan dan hari-H, 2 hari kemudian saya dapat notifikasi bahwa saya berhasil memesan tiket, That's mean saya bisa pulang kampung, yeaaayyyyy. Jadi berasa aman gitu sih, jadi gak perlu tiap menit ngecek “Wah tiketnya ada yang cancel nggak ya?” “Wah tiket yang jam 09.00 udah tersedia lagi nggak ya”, so, tinggal isi saldo - isi form waiting list dan dapat notifikasi, taraaaaaaaaampampam…...Gampang kan? Saya saranin kamu untuk menggunakan Tokopedia buat booking tiket kereta biar dapat kemudahan seperti saya. yuhu ! Semoga dan pastinya bermanfaat :)

- Fidi Bear -