Feb 9, 2016

Mengulik informasi bagaimana kesan dan pesan sebagai Newkama di Nakama Academy Batch 7


Ravenna Ravika, Mahasiswa lulusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi Bisnis, Universitas Telkom Bandung tersebut yang mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan yang berada di tokopedia tersebut awalnya iseng-iseng membuka website tokopedia ketika ingin melihat lihat barang yang ingin dia beli, ketika sedang mengulik website tokopedia si "vika" nama panggilan wanita yang berumur 21 tahun tersebut melihat menu karir. tanpa fikir panjang si vika membuka menu karir tersebut dan melihat lihat ada posisi apa saja yang sedang membuka lowongan karna memang sekitar 2 bulan yang lalu si vika ini baru lulus dari Universitas Telkom. lalu di pilihlah dan mengapply CV di divisi bisnis, yang ada di dalamnya dimana yaitu content, Product Admin.

Setelah 3 hari mengapply CV, pada tanggal 24 januari 2016 si vika di panggil tuh ke kantor tokopedia yang berada di wisma 77 tower 2, Slipi, Jakarta Barat. Bertemulah si vika dengan HR Tokopedia dan selesai lah si vika interview pada hari itu. selang 5 hari si vika di panggil lagi pada tanggal 29 Januari, ternyata tangal 29 Januari itu si vika bertemu dengan Bu melisa yang ternyata katanya VP nya Tokopedia woooowww.... dan hari itu juga si vika di sodorin offering letter dan tanpa basa basi si vika tanda tanganin tuh offering letter dan akhirnya tanggal 1 Februari si Vika di suruh dateng buat Training.



Dari situ belanjutlah perbincangan….

Anom  : Kenapa sih fik pilih di bagian product admin?
Vika    : Sebenarnya gak ada kriteria khusus sih kenapa gue milih product admin, karna adanya lowongan yang sekiranya mendekati passion gue yang mendekati itu product admin, yaa maka dari itu gue milih divisi tersebut.

Anom  : Lanjut nih yaaaa… kenapa sih memilih Tokopedia?
Vika    : Review dari orang-orang katanya sih fun kerja di Tokopedia, Selain itu gue juga sebagai pengguna Tokopedia, Culturenya cocok.. anak muda banget.

Anom  : Apa sih harapannya setelah bekerja di Tokopedia?
Vika    : Do the best for Tokopedia, Membangun team yang lebih baik dari sebelumnya, berkontribusi besar di product admin, membuat Tokopedia lebih maju dan menjadi Prioritas orang-orang ketika ingin mencari sesuatu.


Anom  : Apa sih harapannya untuk Tokopedia?
Vika : Number one forever marketplace di Indonesia dan internal Nakamanya juga semakin berkualitas, loyalitas dan berdedikasi tinggi untuk Tokopdia.


Anom  : Bagaimana kesan dan pesan selama mengikuti Nakama Academy?
Vika    : Wah seru banget dari hari pertama, kita semua yang berada di batch 7 yang awal mulanya gak saling kenal sama sekali sekarang udah pada kenal, mendapatkan materi seputar keseluruhan divisi-divisi yang ada di Tokopedia, seluk beluk Tokopedia, coachnya asik-asik, gamesnya seru, pokoknya the best deh Nakama Academy.


Anom  : Ok Terimakasih Vika atas ketersediaannya untuk di wawancara, semoga sukses yaa buat kedepannya bersama Tokopedia
Vika    : Iya, sama-sama Anom.


SI “HIJAU” YANG MENYENANGKAN


“Sudah Cek Tokopedia Belum ?” Pasti kata-kata tersebut sudah tidak asing lagi bagi kalian yang sangat menyukai dunia belanja online. Pasti kenal Tokopedia kan ? Nah, kali ini Team Bear akan mengenalkan kantor dari salah satu Mall Online terbesar di Indonesia yaitu TOKOPEDIA.

          Tokopedia merupakan salah satu Mall online terbesar di Indonesia dimana sebagai wadah untuk setiap orang yang ingin memulai dan mengembangkan bisnisnya secara online. Kantor yang berlokasi di Wisma 77 Tower 2, Slipi, Jakarta Barat ini memang terkenal memiliki konsep yang unik dan membuat para karyawannya merasa nyaman seperti dirumah sendiri.

Source : Dokumentasi Pribadi

         Kantor Tokopedia memiliki lima lantai, yaitu lantai 2, 6, 7, 18, dan 23, dimana setiap lantainya kalian akan disuguhkan dengan konsep ruangan serba hijau yang seperti sebuah taman. Di Lantai 2 terdapat banyak ruangan meeting yang setiap ruangannya memiliki gambar tokoh serta kutipan kata-kata inspiratif yang berbeda.

Source : Dokumentasi Prbadi
Source : Dokumentasi Pribadi

         Setiap lantainya memiliki ruangan yang dikhususkan untuk divisi yang berbeda. Lantai 6 adalah ruangan khusus untuk divisi IT dan Finance, lantai 18 adalah ruangan khusus untuk divisi Customer Service, dan lantai 23 adalah ruangan khusus untuk divisi content, Marketing, Public Relation, dll.

      Ada satu ruangan yang tidak kalah menariknya yaitu ruang playroom yang berada di lantai 7. Disini semua karyawan dapat bersantai, karna diruangan ini disediakan fasilitas untuk bermain game, makan siang, serta disediakan juga tempat untuk berbaring dan bersantai. Setiap ruangan di kantor ini memang sengaja dibuat untuk membuat para karyawannya merasa nyaman dan betah berada di kantor. Berbeda dengan ruang kantor kebanyakan yang terlalu kaku, di Tokopedia kalian akan melihat ruangan kantor yang seperti taman bermain.

Source : Dokumentasi Pribadi
Source : Dokumentasi Pribadi
Source : Dokumentasi Pribadi

Jadi, Sudah Cek Tokopedia belum ? 

Feb 8, 2016

Le Grand Voyage with Tokopedia


"Aku pernah membaca artikel yang membahas tentang meja kerja tokoh-tokoh terkenal. Mark Zuckerberg, Steve Jobs, semua meja kerjanya berantakan. Albert Einstein saja bilang bahwa meja kerja adalah cerminan isi pikiranmu. Meja kerja yang penuh barang-barang mengindikasikan bahwa di dalam kepala si pemilik meja penuh ide-ide. Lalu apa kalian tahu apa artinya karyawan yang meja kerjanya bersih? Isi kepala mereka kosong!”


Begitulah kulontarkan argumenku kepada para atasanku, setelah mereka lelah berkali-kali menegurku mengomentari meja kerjaku yang, menurut mereka, sangat berantakan. Beberapa diantara mereka tergelak mendengarnya. Sebagian besar melotot sambil mendenguskan napasnya yang berat. Jelas mereka tersinggung karena secara tak langsung aku mengatakan kepala mereka tidak ada isinya. Kosong melompong.

“Tapi kamu tidak pantas berbuat begitu disini!”

“Bertentangan dengan budaya perusahaan!”

“Itu sih kerjaanmu saja yang tidak becus”

“Kaizen! Ingat budaya Kaizen!”

Begitulah mereka menghempaskan argumenku, yang mana menurutku sudah amat valid dilengkapi dengan bukti-bukti otentik. Jujur saja, hal ini membuatku amat tertekan. Sebagai satu-satunya pekerja kreatif yang ada di kantorku, tentulah pekerjaanku sedikit berbeda dengan yang lain. Dan mau diusahakan seperti apapun, segala pekerjaan yang membutuhkan kreativitas akan membentuk meja kerja yang berantakan secara natural.

Meja Kerja Steve Jobs
Source: http://www.contentverse.com/


Maka sore itu kuhabiskan waktu untuk membersihkan mejaku sambil menggerutu. Aku dikalahkan oleh persekongkolan tingkat tinggi untuk membunuh kreativitas. Tidak- tidak. Sebetulnya itu hanya pembelaan atas kemalasanku. Karena tentu saja, yang namanya kreatif tidak harus berantakan.

Para bos yang masih berkeliling duduk di sekitar mejaku mulai mengobrol hal lain. Tipikal karyawan pada umumnya di sore hari, mengobrol untuk mengurangi tensi di kepala. Sambil bersih-bersih aku mencuri dengar pembicaraan mereka yang nampak serius.

Anggaran kantor untuk berbagai keperluan dipotong lebih dari setengahnya akibat imbas krisis yang begitu gila belakangan ini. Tidak tanggung-tanggung, semua, kecuali gaji karyawan disunat disana-sini. Itu artinya tidak akan ada lagi acara tahunan di hotel-hotel di luar kota. Yang mana sebetulnya sangat kusukai meskipun harus berperan sebagai operator laptop.

Memang sih, saat ini perekonomian begitu sulitnya. Bahkan untuk perusahaan tempatku bekerja, yang notabene terhitung raksasa, dibuat ketar-ketir karenanya. Di kantor, di warkop-warkop, di televisi semua membicarakan hal yang sama. Tapi di tengah berita tersebut, menyeruak satu artikel yang sangat menarik buatku.

Source: emlii.com


Saat itu aku sedang menunggu di klinik gigi untuk meminta reimburse uang berobat gara-gara gigi terakhirku, yang orang bule bilang wisdom teeth, baru tumbuh. Luar biasa sakitnya. Sambil meringis aku membaca sebuah majalah entrepreneurship yang mewawancarai pendiri Zalora. Dalam wawancaranya, dia mengatakan bahwa bisnisnya bertumbuh terbalik dengan keadaan ekonomi sekarang. Jadi disaat semua perusahaan dibuat galau karena perekonomian, keuntungan perusahaan startup e-commerce justru meroket hingga 2000%. Sebuah anomali bisnis yang tidak masuk akal!

Dari situlah mataku terbuka soal yang namanya perusahaan e-commerce. Aku yang tadinya biasa saja melihat billboard Chelsea Islan berlatar hijau di dekat kantorku, mulai penasaran untuk mencari lebih jauh, apa itu startup, apa itu e-commerce. Dari banyak yang kubaca, perusahaan-perusahaan startup ini telah membawa banyak perubahan positif  dalam sistem perekonomian maupun sosial di masyarakat. Aku pun menjadi sangat bersemangat begitu mengetahui banyak dari perusahaan tersebut yang menerapkan suasana kerja seperti kantor-kantor luar negeri yang sering kulihat di internet. Kesempatan untuk maju bersama perusahaan begitu luas. Inilah tantangan yang aku cari.

Source: tumblr.com


Akhirnya aku memantapkan hati untuk memulai petualangan baru. Aku ingin menjadi bagian dari perubahan besar di negeri ini. Kuajukan surat pengunduran diri untuk pindah ke perusahaan start-up. Masalahnya sekarang, aku sama sekali tidak tahu harus ke perusahaan mana.

Orang bijak akan berpikir dahulu sebelum bertindak. Sayangnya aku  tidak termasuk golongan mereka. Saat sudah berstatus pengangguran, barulah aku seperti ikan yang terlempar di tengah jalanan pasar. Megap-megap panik kesana kemari. Belajar dari pengalamanku bekerja. Kali ini aku tidak mau sekedar asal diterima saja. Bagiku, yang namanya memilih tempat kerja harus benar-benar sesuai dengan lahir batin. Coba bayangkan, sepertiga hidup dalam sehari dihabiskan di tempat kerja. Jika Anda salah memilih tempat, maka terbayang betapa sengsaranya hidup Anda, meskipun gajinya lumayan.

Mendapatkan pekerjaan saja sekarang sulitnya setengah mati. Apalagi sok memilih-milih perusahaan yang sesuai dengan hati. Aku lihat dan mempelajari banyak perusahaan e-commerce, semua sama menariknya. Namun sayangnya tidak banyak yang buka-bukaan tentang isi perusahaan tersebut sendiri. Sedikit sekali yang membeberkan tentang budaya perusahaan, suasana kerja, dan visi misi yang menurutku sangat penting untuk dimiliki oleh perusahaan sekecil apapun.

Sampai di titik ini, aku merasa telah melakukan kesalahan besar dalam hidupku..

source: tumblr.com



Ditengah kegalauan antara tabungan yang makin menipis dan idealisme yang kian goyah tiap harinya, aku membaca sebuah blog yang membahas seorang pendiri startup yang iklannya selalu terpampang di dekat kantor lama ku. Yap, dia adalah Wiliam Tanuwijaya, CEO Tokopedia. Usianya masih sangat muda. Ceritanya dalam membangun Tokopedia sangat luar biasa, khas cerita sukses pada umumnya. Jatuh bangunnya, bagaimana Tokopedia tumbuh dari staf kecil hingga berjumlah lima lantai dalam waktu enam tahun sangat mencengangkan. Dan yang paling menarik perhatianku adalah, dia mengusung sebuah misi mulia dalam usahanya mendirikan Tokopedia. Beliau ingin membangun Indonesia yang lebih baik lewat internet.

Source: blog.tokopedia.com


Membacanya saja membuatku merinding. Inilah perusahaan yang kuinginkan untuk bekerja!


Langsung saja aku mencari info sebanyak-banyaknya tentang Tokopedia. Kantornya, usahanya, sampai bagaimana caranya agar aku bisa masuk sana. Bagusnya, berbeda dengan perusahaan e-commerce lain, Tokopedia memiliki blog tersendiri yang membahas hal-hal diluar kegiatan utamanya sebagai marketplace. Tokopedia benar-benar mencerminkan bagaimana seharusnya perusahaan masa kini harus bekerja. Transparan dan dinamis.

Fortune favours the bold. Keberuntungan menyertai orang-orang yang berani. Setelah beberapa lama akhirnya kesempatan untuk bekerja di tempat ini terbuka! Aku menjadi bagian dari Tokopedia. Tentu saja bukan hanya keberuntungan yang membuatku berada disini sekarang. Usaha ekstra dalam membuat CV, portfolio dan tes masuk yang sangat menantang telah membawaku ke dalam sebuah petualangan baru di Tokopedia.
Aku siap untuk membantu membangun Indonesia yang lebih baik lewat internet. Jangkar telah diangkat, layar telah dikembangkan. Saatnya memulai petualangan baru!

Source: thisbusylife.com



Ulang tahun Setiap Hari, Kini Lebih Aman!


Apakah yang paling Anda suka dari datangnya hari ulang tahun Anda? Anda bisa saja belagak keren dengan dengan mengatakan tidak peduli dengan hari ulang Anda. Namun siapa sih yang bisa menahan senyum malu-malu apabila orang-orang memberi selamat, apalagi jika datangnya dari mereka yang kita sayangi.


Source: twinznails.com


Kembali ke pertanyaan sebelumnya. Tentunya yang membuat Anda senang bukanlah kenyataan bahwa Anda setahun lebih dekat kepada kematian. Coba ingat-ingat kenangan ulang tahun Anda selama ini. Ya benar, satu hal yang membuat kita behagia adalah saat kita menerima kado. Memegangnya, membukanya, dan mengangkat tinggi-tinggi isinya menciptakan euforia tersendiri bagi batin kita, terlepas dari apapun itu kadonya. Besar atau kecil, menerima kado tetaplah menyenangkan.

Tapi tentunya perasaan gembira tersebut tidak mungkin Anda rasakan setiap hari. Setidaknya begitulah menurutku sampai beberapa tahun belakangan ini. Bahkan selepas bangku sekolah, menerima kado dalam bentuk barang sudah tak pernah kualami lagi. Semuanya berbentuk uang. Tentu saja aku sama sekali tidak protes soal ini. Meskipun, harus kuakui, rasanya menerima kado berbentuk barang mempunyai nilai lebih tersendiri. Walau hanya berbentuk alat tulis sekalipun.

source: doseoffunny.com

Sampai pada suatu hari yang cerah, saat aku duduk di bangku kuliah, aku merasakan kembali sebuah sensasi yang sudah lama tak pernah kurasakan. Perasaan gembira saat menerima kado dan membukannya. Tidak, aku tidak mendapatkan kado ulang tahun. Aku baru saja menerima paket pembelian dari jual beli online yang kulakukan untuk pertama kalinya.

Sebuah paket datang dengan manis ke rumah. Isinya bukan hal istimewa memang. Hanya sebuah kaos oblong dengan tulisan nama sebuah forum terkenal tanah air di tengahnya. Namun kegembiraan yang kurasakan jauh melebihi mendapatkan uang lebaran yang paling besar sekalipun. 

Jadi ini yang dinamakan jual beli online! Luar biasa!

Semudah itu bisa membeli barang tanpa perlu susah payah mencarinya. Penjual yang berada jauh di pelosok Jawa Tengah, hanya dalam waktu kurang dari tiga hari, barangnya sudah sampai dengan selamat sentosa di tanganku. Dibungkus dengan kertas sampul coklat, paket itu hadir dengan amat menggoda untuk dibuka.

Sejak itulah aku rajin "menghadiahi" diriku sendiri, alias membeli barang online. Datangnya paket ibarat ulang tahun yang dimajukan. Kehadirannya selalu membuatku deg-degan. Momen saat membukanya memberikan efek kegembiraan yang tidak wajar. Padahal yang dibeli juga tidak mahal-mahal amat. Hanya kaos, beberapa cd game bajakan, sparepart komputer yang sebenarnya bisa dibeli lima menit dari rumah.
Tapi begitulah asyiknya berbelanja online. Kekagumanku akan sistem transaksi jual beli nonfisik selalu menjadi candu tersendiri.

source: tumblr.com


Seiring berjalan waktu, "kado" yang kubeli nilainya semakin tinggi. Sebutlah hardisk, handphone, sampai laptop pernah dikirim kurir ke rumahku.

Namun tentu saja tidak semua kado tersebut dengan lancar sampai ke rumahku. Beberapa kali aku melakukan transaksi tanpa ketahuan barangku berada dimana. Hilang tanpa rimba bersamaan dengan si penjual. Segala macam teguran, dari yang halus sampai paling kasar sudah pernah kukeluarkan akibat kekesalanku akan barang yang tak kunjung datang. Ada yang selesai dengan baik, namun kebanyakan berakhir dengan pahit.

Belum lagi cerita dari teman-temanku akan transaksi yang mereka alami. Ada yang kehilangan jutaan rupiah dari pembelian laptop yang sampai saat ini belum juga dikirim. Padahal penjualnya notabene adalah teman zaman sekolahnya dulu. Benar-benar mengerikan! Suatu hal yang harusnya memberi kegembiraan harus berakhir seperti ini.


source: mashable.com

Sebagai konsumen, tentu memiliki posisi yang lemah, karena pada prinsipnya uang harus ditransfer terlebih dahulu, barulah si penjual melakukan pengiriman barang. Dalam hal ini jelas konsumen akan lebih rentan kena penipuan, seperti yang pernah aku alami.

Memang ada banyak penjual dan pembeli yang bertransaksi memanfaatkan jasa pihak ketiga yang bernama rekber (rekening bersama). Disini penjual baru dapat menarik uangnya apabila barang sudah diterima pembeli. Sounds fair. Namun tetap saja ada kasus yang mengkhawatirkan seperti yang baru-baru ini melibatkan jasa rekber bernama BlackPanda.

Dasar dari terciptanya transaksi adalah kepercayaan. Untuk itulah perlu adanya sebuah wadah yang dapat mengakomodir antara penjual dan pembeli sehingga dapat melakukan kegiatan jual beli online dengan aman dan nyaman sehingga tumbuh rasa percaya antara keduanya. Sampai beberapa saat yang lalu, aku sempat berhenti membeli barang online karena keraguan akan para penjual yang semakin lama semakin sulit dipercaya.


source: wikipedia.com


Sampai suatu hari aku terdampar di sebuah situs jual beli bernama Tokopedia. Saat itu aku sedang mencari sebuah mainan pedang lightsaber yang tidak ditemukan di toko terdekat. Jadilah aku mencarinya di forum jual beli yang biasa kudatangi. Sayangnya, para penjual tersebut seperti niat tak niat menjualnya. Lamanya respon terhadap calon pembeli, keluhan yang tidak diselesaikan, serta tidak adanya turun tangan dari moderator forum membuatku urung membeli di forum tersebut. Kujelajahi google sampai kutemukan seorang penjual yang membuka lapaknya di situs yang belum pernah kudatangi sebelumnya.

Begitu pertama ku membukanya, aku sedikit terkejut akan tampilan web yang begitu nyaman untuk dilihat. Ada sebuah toko yang begitu niat menjual toko dengan menampilkan foto produk yang kucari dengan beberapa angle. Karena penasaran, aku mencoba mengklik “Diskusi Produk”. Luar biasa, tiap pertanyaan calon penjual dijawab satu persatu si penjual. Padahal si penjual hanya menjual mainan yang, katakanlah, harganya tidak mahal-mahal amat. Tanya jawab juga dilakukan dengan bahasa yang sopan. Tidak ada perkataan kasar yang tertulis disana.

Sampai saat aku mencoba membelinya, keterkejutanku bertambah karena di Tokopedia menggunakan rekber tersendiri, yang tentunya menambah tingkat keamanan transaksi. Si penjual dan pembeli benar-benar dimanjakan. Beginilah seharusnya yang namanya tempat jual beli online! pikirku. Aku benar-benar kagum akan Tokopedia saat itu juga.

Akhir cerita, memang aku tidak jadi membeli produk tersebut karena orang yang ingin kubelikan sudah keburu membeli di pasar dekat kantornya, yang tentunya berharga lebih mahal. Namun pengalamanku hampir membeli barang di Tokopedia membuka prespektif baru terhadap proses jual beli online.


Jadi kuputuskan, jika aku ingin membeli “kado” nanti, aku akan membelinya di Tokopedia. Semua berjalan dengan lebih mudah, aman dan nyaman. Tentunya kegembiraanku akan ulang tahun yang dimajukan akan lebih indah mulai dari sekarang!  


source: quotesblog.net


Nakama Academy, Ospek Keren ala Tokopedia


Bulir keringat sebesar biji jagung bercucuran dari segenap pori-pori badan. Panasnya matahari kejam memanggang tubuh-tubuh yang berbaris di tengah lapangan, yang sedari subuh digembleng dengan tidak manusiawi. Pandangan mata lurus kebawah. Telinga berdegung mendengar bentakan pembimbing yang berteriak tepat di depan muka kami yang pucat pasi tanpa harapan. Semua yang berbaris menunjukkan ekspresi yang sama. Tegang.


Source: bimagtrisna.wordpress.com



Euforia yang kami rasakan saat lulus sekolah menengah dilumatkan begitu saja di hari pertama saat masuk SMA. Bayangkan, hari-hari pertama yang semestinya diisi optimisme, kegembiraan dan semangat justru diremas-remas dan dibuang kedalam tong sampah dengan dalih pengenalan lingkungan. Metode pengenalan diri yang luar biasa.

Tiga tahun kemudian hal tersebut terulang lagi. Sebagai bangsa yang dikenal akan segala lemah lembut dan kearifannya, cukup mencengangkan bahwa segala kegiatan sadistik disambut sedemikian rupa dengan gegap gempita, bahkan di lingkungan civitas academica. Hari-hari awal pengenalan kampus yang harusnya sarat kegiatan intelektual, visioner, dan sarat makna, digantikan dengan hukuman keji yang membebani fisik dan mental.

Potongan-potongan memori belasan tahun lalu berputar seperti slide film tatkala aku membaca bahwa ada semacam pekan perkenalan saat aku diterima di kantor baru ku ini. Hari-hari pertama yang sarat akan kegiatan yang menekan batin terbayang begitu saja di kepalaku. Dari pengalaman yang kuceritakan di awal tadi, tidak pernah sekalipun aku mengalami pekan perkenalan yang menyenangkan.


Nakama Academy


Apalah arti sebuah nama terhadap makna yang di kandungnya. Yang dulu-dulu saja dikemas dengan begitu manis. Malam keakraban lah, pekan kebersamaan lah. Semua menyembunyikan kenyataan mengerikan akan kegiatan yang ada di dalamnya. Dan kini Nakama Academy terpampang di depan mataku. Haruskah aku mengikuti kegiatan yang lamanya hampir dua minggu ini?

Berbekal kenyataan bahwa pada kegiatan-kegiatan sebelumnya aku bisa bertahan hidup, akhirnya kuputuskan untuk mengikutinya. Toh yang terburuk, paling tidak akan berakhir seperti seminar membosankan tentang perbankan yang kerap kuikuti di kantor lama ku..

6 Februari 2016


Sudah 5 hari aku mengikuti kegiatan Nakama Academy. Luar biasa!
Semua bayanganku terhadap acara ini sama sekali tidak terbukti satupun. Semuanya menyenangkan! Tentu saja, aku tidak menuliskan hal ini karena tugas semata, namun benar-benar demikian adanya.

Suasana kelas di Nakama Academy
Source: Dokumentasi Pribadi


Dari awal saja, suasana telah dibuat sedemikian santainya. Raut ketegangan yang kukira ada di muka tiap-tiap peserta, tidak ada yang terpasang satupun. Semua larut dalam antusiasme dan kegembiraan menghadapi sesuatu yang baru. Beginilah seharusnya semangat yang muncul dalam acara perkenalan. Para pembimbing, yang kami sebut dengan panggilan coach, dengan senang hati membantu kami dalam mengenal perusahaan lebih jauh lagi.

Tentu saja, sebagai acara perkenalan, jadwalnya luar biasa padat. Namun tak ada satupun yang sia-sia menurutku. Sebagai perusahaan yang sedang bertumbuh pesat, masing-masing unit kerja dan divisi melakukan presentasi, dimana mereka menunjukkan tugas krusial mereka dalam menopang perusahaan. Di Nakama Academy ini, pertama kalinya aku melihat bagaimana tiap unit kerja memegang peranan penting dalam sebuah perusahaan. Suatu hal yang tidak pernah aku pedulikan di kantor-kantorku terdahulu.

Source: Dokumentasi Pribadi


Selain presentasi, banyak sekali kegiatan yang dilakukan. Diantaranya berbagai macam games dan study case, keliling kantor (kantorku ini keren sekali!), dan yang satu yang menarik adalah tugas dimana kami, para karyawan baru dari berbagai divisi, diharuskan menjadi Customer Care yang menjawab keluhan pelanggan. Benar-benar seru!

Hari-hari di Nakama Academy masih beberapa hari tersisa. Berbagai macam kegiatan sudah menanti, dan Aku yakin hari-hari kerja ku di perusahaan ini kedepannya akan semakin seru. Nakama Academy telah memberikan prespektif baru dalam diriku. Beginilah seharusnya pekan perkenalan dilakukan. Semua kegembiraan dan antusiasme dibangkitkan sedemikian rupa agar orang-orang baru menjadi semangat untuk memberikan yang terbaik kedepannya. Inilah Nakama Academy, ospek keren ala Tokopedia.


2nd DNA; Growth Mindset


Dalam Aladdin Factor karya Jack Canfield dan Mark Victor Hansen, “Manusia menghadapi lebih dari 60.000 pikiran setiap harinya. Satu-satunya yang dibutuhkan sejumlah besar pikiran ini adalah pengarahan. Jika arah yang ditentukan besifat negatif, maka data-data yang keluar dari memori akan mengarah kepada hal yang negatif. Begitupun sebaliknya, saat seseorang memikirkan sesuatu yang positif, data dalam memori akan mendukung pikiran tersebut ke arah yang juga positif.

Growth mindset, adalah salah satu DNA Tokopedia yang bertujuan untuk menjaga arah perusahaan agar tetap berada pada arah yang benar.

Sebagai perusahaan market-place yang bergerak di dunia internet, tentu memiliki berbagai divisi yang menjalankan peran berbeda. Dari berbagai divisi yang ada, terdapat lima kelompok besar berdasarkan fungsinya: Business function, People Function, Finance, Infrastucture and Technology, dan Operatinal function. Meski berbeda dalam menjalankan fungsinya, setiap divisi hakikatnya terhubung dan saling mempengaruhi satu sama lain.

Nakama Academy Day-4, salah satu sesi yang paling berkesan kala itu ialah membahas tentang “innovation". Tentang apa itu inovasi, bagaimana sebuah ide bisa muncul, hingga pada dampak yang dihasilkan karenanya. Dalam presentasinya, Coach Argi Karunia menekankan bahwa ide bisa muncul kapanpun oleh siapapun. Dan sebelum penerapan suatu ide, tidak lengkap tanpa terlebih dahulu dilakukan brainstroming.

Bahwa setiap orang memiliki kelebihannya masing-masing, terutama yang berkaitan erat dengan keahlian dan bidang yang digeluti. Saat seorang Business Function berpikir secara luas dan jauh ke depan, seseorang di bagian operatioanal yang keseharian berhadapan consumers akan lebih melihat pada dampak instan yang ditimbulkan. Brainstorming dilakukan dengan tujuan agar sebuah ide dapat diolah matang-matang dari berbagai sudut pandang. Disinilah kelebihan tiap orang dilebur menjadi satu, dan kekurangan yang di miliki masing-masing secara tidak langsung akan diisi oleh yang lain.

Dengan Brainstorming, sudut pandangan dan cara pikir setiap orang akan kian tumbuh meluas.

Akan tetapi, ada satu hal yang musti diwaspadai. Penelitian yang dilakukan Fakultas Kedokteran di San Francisco pada tahun 1986 menyatakan bahwa lebih dari 80% pikiran manusia bersifat negatif. Harfiahnya, saat seseorang mengutakan sebuah ide atau menyampaikan satu pendapat, ia akan mempertahankan apa yang menjadi gagasannya dari gagasan lain yang dirasa bertolak belakang. Dimana hal ini tak jarang menjadikannya fanatis pada satu gagasan ide sehingga tidak lagi dapat menimbang gagasan lain secara objektif.

 Fanatisme seperti ini akan muncul saat seseorang merasa dirinya lebih dibandingkan dengan yang lain. Entah itu disebabkan latar pendidikan, divisi dan jabatan yang diemban, atau kadang yang menggelikan, hanya karena ia masuk duluan (senioritas).




Growth Mindset, sebagai DNA kedua Tokopedia, memberikan setiap nakama kesempatan untuk mengapresiasi diri dengan ide apapun yang ada di benaknya tanpa memandang latar, divisi, jabatan, bahkan meski ia seorang newbie sekalipun. Bahwa setiap orang punya hak untuk tumbuh. Semua memiliki hak yang sama, DNA yang sama.

Itulah mengapa Tokopedia bisa dan berhasil tumbuh sedemikian besar, -dan akan kian tumbuh lebih besar. We've made it happen.... now, it's time to make it better.

To be continue (3rd DNA; Make it happen, make it better)...

Feb 5, 2016

1st DNA; See How much we care!



Selain memberikan gambaran terang tentang guna kesatuan, kebersamaan, dan team-work...  Ada sesuatu yang lain, di balik kisah ketiganya: si kepiting, semut, pinguin (see the video in previous post). Bahwa dalam sebuah kelompok, entah itu lingkup kecil maupun besar, akan selalu ada masalah yang muncul. Yang tak jarang sangat mengancam atau bahkan memakan korban, terutama bagi sebagian individu yang lemah dan tak peka dengan keadaan.

            Ya, Selain memberikan gambaran terang tentang guna kesatuan, kebersamaan, dan team-work... ketiganya mengajarkan tentang arti penting dan indahnya “Kepedulian”. 

Memang sudah harfiahnya, masalah akan selalu mucul dan akan terus muncul. Menghindari masalah justru akan kian menambahnya. Ia harus dihadapi. Dan disini kami percaya bahwa masalah bukan lagi jadi masalah saat tahu bagaimana cara menghadapinya. Dan cara terbaik dalam menghadapi tiap masalah adalah menjadi lebih besar dari masalah itu sendiri. Yang tentu tidak bisa dihadapi secara sendiri-sendiri, melainkan harus dengan kebersamaan dan kesatuan. Dengan “Kepedulian”



Itulah Mengapa, Focus on Consumers menjadi pilar pertama dari ketiga DNA Tokopedia... Dalam bukunya 'Positive Thinking Therapy' yang menjadi salah satu Internatinal Best Seller, Dr. Ibrahim ELfiky sekilas memberi gambaran, "Akal hanya dapat memikirkan satu hal dalam satu waktu. Dan saat seseorang berkonsentrasi dalam satu hal, akal secara otomatis akan mengesampingkan hal apapun yang tidak berhubungan dengannya."

Focus on Consumers, pengertian fokus secara sederhana adalah "konsistensi konsentrasi". Bahwa saat pelayanan jadi orientasi, keluhan dan complaint tak kan lagi membebani. 

Tokopedia, sebagai salah satu Market Place sangat fokus mengedepankan jaminan keamaan dalam transaksi dan kenyamanan pelayanan kepada semua consumer nya. Fokus kepada pembeli (buyer) sebagai market dan penjual (seller) yang memerankan peran sebagai client. Dan agar terjaga fokus guna memberikan yang terbaik untuk keduanya, Tokopedia juga fokus pada man-power development yang kompeten dan memiliki jiwa melayani (willingness to serve) sehingga mampu merealisasi setiap ekspektasi consumers.


Nakama Academy Day-4, newkama (nakama baru) secara langsung bertemu team operational-function yang berada di garda terdepan dalam transaksi dan pelayanan consumers. Kesulitan terbesar yang dihadapi team operational adalah karakteristik consumers, baik itu pembeli maupun penjual yang begitu beragam. Hal ini tentu membutuhkan penanganan ekstra, dimana team operational terlebih dahulu harus memahami latar belakang consumers-nya agar permasalahan dapat ditangani dengan tepat. Karena satu masalah yang sama mungkin membutuhkan cara penyelesaian berbeda.

Dalam hal ini team operatinal tidak hanya dibekali oleh hardskill (product knowledge) dan softskill (communication, handling complaint), satu hal yang paling penting untuk menjaga standart pelayanan tetap terjag adalah penanaman Mindset dan pola pikir pada setiap Nakama...

To be Continue (Growth Mindset)...

Feb 4, 2016

DNA; as our system, culture and phylosophy


James Watson dan Francis Crick memang tidak seterkenal Graham Bell, Alfa Edison maupun Einstein. Namun sejarah telah mencatat, penelitian yang mereka lakukan mengenai DNA berhasil meraih perhatian dunia kala itu. Di-publish tahun 1955, Deoxyribose-Nucleic Acid atau lebih sering dikenal dengan nama singkat DNA sukses dianugrahi penghargaan Nobel atas karyanya dengan DNA dinobatkan sebagai salah satu penemuan terbaik abad 19.

Dalam salah satu statemantnya, Francis Crick dengan terang menyatakan bahwa kompleksitas dalam susunan tipa molekul DNA adalah design penciptaan yang tidak mungkin terjadi melalui serangkaian peristiwa kebetulan. Pernyataan yang tentu berlawanan dengan Teori Darwin yang masih diyakini saat itu. Bukan merincikan tentang kompleksitas bio-kimia DNA bukan juga perdebatan darwinisme yang akan dibahas kali ini, melainkan TOKOPEDIA.

Tokopedia.com resmi diluncurkan ke publik bertepatan pada hari kemerdekaan, 17 Agustus 2009 di bawah naungan PT Tokopedia yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison. Sejak resmi diluncurkan, PT Tokopedia kini telah berhasil menjadi salah satu perusahaan internet Indonesia dengan pertumbuhan yang sangat pesat

PT Tokopedia mendapatkan seed funding (pendanaan awal) pertamanya dari PT Indonusa Dwitama di tahun 2009. Kemudian pada tahun-tahun berikutnya, Tokopedia kembali mendapatkan suntikan dana dari pemodal ventura global seperti East Ventures (2010), Cyber Agent Ventures (2011), Netprice (2012), and SoftBank Ventures Korea (2013). Hingga pada Oktober 2014, Tokopedia berhasil mencetak sejarah sebagai perusahaan teknologi pertama  di Asia Tenggara, yang menerima investasi sebesar USD 100 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun dari Sequoia Capital dan SoftBank Internet and Media Inc (SIMI).

Berkat peranannya dalam mengembangkan bisnis online di Indonesia, PT Tokopedia juga berhasil meraih penghargaan Marketeers of the Year 2014 untuk sektor E-Commerce pada acara Markplus Conference 2015. Sebuah pencapaian yang tentu tak sembarangan, terutama untuk jenis usaha (Internet) yang masih terbilang ‘awam’ di Indonesia.


Namun, apapun jenis dan bentuk badan usahanya, definisi dan prinsip menggapai suksesnya pasti serupa. If you want go fast, go alone. If you want go gar, GO TOGETHER” -African Proverb. Atau dalam terjemahan bahasa, “Jika kau ingin pergi cepat, lakukan sendiri. Jika kau ingin pergi jauh, LAKUKAN BERSAMA-SAMA.”. Sebuah pencapaian yang disebut sukses kadang tak hanya diukur dari seberapa besarnya namun juga seberapa lama ia mampu bertahan -terutama untuk menakar “sukses” suatu bidang usaha atau perusahaan-.

       

“Union is Stregth”, Kesatuan adalah kekuatan. Kesatuan, kebersamaan, kerjasama tim atau apapun namanya, adalah kekuatan yang menyulap sebuah gagasan -bahkan yang sederhana sekalipun- menjadi sesuatu yang besar dan berdampak luas, kekuatan dengan kapasitas tak terbatas yang mampu menggerakkan apapun: by GO TOGETHER.

Seperti halnya fungsi “Sistem Pemerintahan” sebuah Negara, “Budaya dan Adat” di tiap domisi, kelompok dengan “Filosofinya”,... Tokopedia punya DNA.

DNA yang mengikat setiap Nakama (sebutan untuk karyawan Tokopedia) dalam kesatuan, kebersamaan dan kerjama tim. Yang memastikan tiap Nakama di tiap divisi -meski berbeda- tetap berjalan searah dalam visi dan tujuan yang sama.

Sama halnya seperti Deoxyribose-Nucleic Acid atau DNA seperti yang dinyatakan oleh Francis Crick sebagai sebuah kompleksitas yang mustahil tercipta lewat kebetulan, ikatan yang menjadi kekuatan penggerak sukses Tokopedia juga bukan sebuah peristiwa kebetulan.

Dan lagi, satu hal mengagumkan yang ada pada DNA: ikatan molekul yang telah menyatu dalam satu rangkaian DNA, meski yang tersederhana sekalipun, tidak bisa dipisahkan. Hal ini diperkuat dengan teori “Mutasi” (percobaan mengubah struktur molekul DNA) yang terbukti tak pernah berhasil dan hanya menjadikan individu hidup menjadi cacat atau mati.

DNA Tokopedia, selain menjadi ikatan yang menjaga kebersamaan, di sisi lain juga jadi bak rantai kuat yang memastikan tiap ikatan terus terjaga... Kesatuan, kebersamaan dan kerjasama tim yang dengannya kan terwujud tiap Visi yang hari kemarin masih jadi sebatas mimpi. Dengan-nya, takkan ada misi tanpa realisasi.

Focus On Consumers (1), Growth Mainset (2) dan Make It Happen Make It Better (3) adalah tiga DNA Tokopedia: untuk mewujudkan Visi menjadikan Indonesia yang lebih baik lewat Internet.

To be continued...