Feb 11, 2017

Ragu Bisnis Fashion Online? Jangan!


Baju Batik marak dipasarkan secara online. Sumber: blog.tokopedia.com


Bisnis fashion merupakan salah satu bisnis yang paling menjanjikan di Indonesia. Selain pangsa pasar yang luas, ragam produk yang dapat disediakan juga bervariasi mulai dari baju dan celana hingga komplemennya seperti syal dan topi.

Akan tetapi, banyak orang yang enggan menjalani bisnis tersebut. Pasalnya, selain dibutuhkan modal untuk stok produk dibutuhkan pula modal untuk tempat usaha. Ini tentunya merupakan pola pikir yang ketinggalan zaman.

Di era serba digital sekarang ini, para pelaku usaha di bidang fashion (khususnya pemula) tidak perlu lagi memusingkan tempat untuk berjualan. Tokopedia sebagai online marketplace terbesar di Indonesia menyediakan tempat berjualan bagi Anda yang ingin memperluas pasar Anda, atau bahkan baru ingin mulai berbisnis. Selain itu, Tokopedia dilengkapi dengan sistem escrow (rekening bersama) yang memberikan keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi baik untuk penjual maupun pembeli. Dan yang paling penting, Anda tidak akan dipungut biaya sepeser pun untuk fitur ini alias gratis!


Saat ini sudah ada banyak penjual di bidang fashion yang sukses menjalani bisnisnya melalui Tokopedia. Berikut ini beberapa kisah-kisah inspiratif mereka.

Rumah Khas Solo

Ragam batik andalan Rumah Khas Solo. Sumber: blog.tokopedia.com


Seperti namanya, toko ini menjual barang-barang khas Solo seperti batik, blangkon, serta makanan khas daerah. Usaha ini merupakan bisnis turun temurun milik keluarga Rufaidah Qisti. Meski sempat mengalami kemunduran pada tahun 1970, Qisti (panggilan akrab sang pemilik) berhasil membangun kembali bisnis batik keluarganya pada tahun 1987. Pada tahun 2012, beliau memperluas pasarnya melalui Tokopedia dengan bantuan anaknya. Kegigihan dan kecintaannya terhadap batiklah yang membuat usahanya dapat bertahan dan berkembang hingga seperti sekarang ini. Kisah inspiratif toko ini dapat dibaca di sini.

Batik Nitnot

Riko Saputro beserta produk-produknya. Sumber: blog.tokopedia.com

Sempat mengalami kebangkrutan di tahun 2005 tidak membuat ciut Riko Saputro untuk membuka kembali bisnis batiknya di tahun 2009. Pria ini memiliki kebiasaan untuk mengatur strategi berjualan di internet pada malam hari dan kemudian memeriksa hasilnya pada pagi hari. Analisis yang ia peroleh pun tidak disimpan sendiri, melainkan ia bagikan kepada rekan-rekan sekomunitasnya. Hingga kini, sudah lebih dari 83 ribu produk yang terjual di toko online miliknya. Kisah inspiratif toko ini dapat dibaca di sini.


Siap memulai bisnis fashion online? Klik di sini untuk membuka toko di Tokopedia sekarang!

0 komentar :

Post a Comment